Berita Terbaru

18 Jan 2007

Produksi Kompos Capai 500 ton per hari

Produksi Kompos Capai 500 ton per hari

Sampai akhir 2007, produksi kompos secara keseluruhan di Sumut mencapai 500 ton per hari.

"Saat ini, produksi kami 50 ton per hari di satu pabrik di kebun Dolok Sinumbah, Simalungun. Satu pabrik lagi dengan kapasitas yang sama sedang dalam penyelesaian di kebun Adelina, Perbaungan. Target kami, setiap kebun mempunyai satu pabrik kompos untuk memenuhi kebutuhan pupuk dikebun itu," ujar Kepala Bagian Pengkajian PT Perkebunan Nusantara IV Efendi Lubis, Rabu (17/1).  

Menurut Efendi, program pembangunan pabrik pupuk kompos dalam jangka panjang akan dilakukan di seluruh kebun milik PTPN IV. Dalam dua sampai tiga tahun pertama pupuk kompos ini untuk suplemen pupuk kimia. Namun, dalam jangka panjang kami pakai sebagai pengganti pupuk kimia. "Dari penelitian kami, usia tanaman sawit sudah banyak yang tua antara satu sampai empat generasi. Selain itu, tanah sudah jenuh dan membutuhkan unsur hara lebih banyak," kata Efendi.

"Di PTPN III, produksi kompos kini mencapai 100 ton per hari. Rencananya PTPN III membangun pabrik kompos di dua lokasi berbeda dengan masing-masing kapasitas sama. Paling tidak sampai akhir tahun ini," tutur peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang menjadi konsultan pendirian pabrik, M Ansori Nasution.  

Pendirian pabrik itu, tutur Ansori, berada di Sei Mangke dan Sei Silau, Kabupaten Asahan. Seluruh produksi kompos masih dipakai untuk kebutuhan perkebunan sendiri. "Produksi kompos itu pada sisi lain sangat positif meminimalisir adanya penyalahgunaan pupuk bersubsidi milik petani. Selama ini pupuk bersubsidi ke petani sering kali diisukan lari ke kawasan perkebunan," katanya.

Tandan buah kosong  

Bahan dasar pupuk kompos di kawasan perkebunan itu dari tandan kosong sawit (TKS) yaitu bonggol sawit yang sudah diambil buahnya. Selanjutnya, TKS dicacah sebelum kemudian dicampur dengan limbah cair. PPKS sendiri memiliki teknologi pengembangan kompos yang telah dipatenkan. Pengembangan kompos itu dilakukan dengan memerhatikan rasio karbon dan nitrogen, ketersediaan air, ketersediaan oksigen, dan pengaturan suhu. "Dari produksi PTPN III, setiap 100 ton TKS mampu menghasilkan 50 ton kompos," tutur Ansori.

Secara umum teknologi pembuatan pupuk kompos tidak rumit. Di Sumut, selain oleh PTPN III dan IV, pengembangan kompos juga dilakukan oleh perusahaan swasta nasional. Sejumlah perusahaan swasta nasional yang juga mengembangkan kompos adalah PT London Sumatera dan PT SIPEF Group. Ansari memprediksi, total produksi kompos di Sumut sampai akhir 2007 bisa mencapai 500 ton per hari. "Produksi kompos sebanyak itu, hanya ada di Sumut di seluruh Indonesia," kata Ansori.

 

Sumber: Kompas

Logo KPBN

Contact Us

Jl. Cut Meutia NO. 11, RT. 13, RW. 05, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kode Pos. 10330

(021)3106685, (021)3907554 (Hunting)

[email protected]

PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara

Social Media

© Inacom. All Rights Reserved.