02 Dec 2010
Untuk kontrak pengiriman Mei di Tokyo Commodity Exchange, harga karet menanjak 1% menjadi 363,8 yen per kilogram (US$4.351 per ton). Harga sudah menanjak hingga tertinggi 30 tahun di level 383 yen pada 11 November, dan naik 10% pada bulan lalu.
Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) dalam bulletin periode akhir November 2010 yang diterima Bisnis menyebutkan produksi karet alam
Rubber Research Institute of
Sekjen ANRPC Djoko Said Damardjati mengatakan untuk jangka pendek dampak banjir dan angin kencang ini akan merusak tanaman. Dengan demikian total produksi karet alam dari negeri itu sepanjang tahun ini diprediksi minus 28,4%.
“Untuk jangka panjang, cuaca buruk ini akan merusak produksi dari negeri itu sebanyak 30.000 ton per tahun,” kata Djoko.
Pasokan karet alam
Pada periode November-Desember 2010, produksi diperkirakan minus 29,7% menjadi 450.000 ton dari 683.000 ton pada periode yang sama tahun lalu.
ANRPC, organisasi yang anggotanya menyumbang 92% produksi karet alam dunia, memperkirakan produksinya turun 3,8% pada kuartal keempat 2010 (Oktober-Desember).
Senior Economist ANRPC Jom Jacob mengatakan pelaku pasar memusatkan perhatiannya pada kondisi cuaca di
“Pergerakan dolar AS akan memengaruhi mata uang negara produsen utama karet seperti baht
Oleh : Djoko Said Damardjati
Sumber : Bisnis
Jl. Cut Meutia NO. 11, RT. 13, RW. 05, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kode Pos. 10330
(021)3106685, (021)3907554 (Hunting)
PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara
© Inacom. All Rights Reserved.