Berita Terbaru

13 May 2013

Wamendag Harap Ekspor PLB-Badau Dorong Dunia Usaha

Wamendag Harap Ekspor PLB-Badau Dorong Dunia Usaha

“Pemerintah Indonesia berharap dengan dimulainya kegiatan ekspor di PLB Badau ini akan mendorong pengembangan dunia usaha serta berkontribusi pada percepatan pertumbuhan di Provinsi Kalimantan Barat. Pengiriman CPO perdana ini juga menandai sebuah pencapaian penting dalam hubungan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Malaysia,” ujar Wamendag.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam keterangan tertulis saat berkunjung ke Badau, Kalimantan Barat.

Kunjungan itu guna meresmikan pengiriman ekspor perdana CPO melalui Pos Lintas Batas (PLB) Badau menuju negara bagian Sarawak, Malaysia Timur.

Bayu mengemukakan saat ini Badau masih berstatus Pos Lintas Batas tetapi diproyeksikan menjadi pelabuhan-ekspor-darat.

Dia mengemukakan pembukaan PLB Badau  akan membuat jarak tempuh transportasi ekspor bisa dicapai dengan waktu dan biaya yang lebih efisien.

++++++++++

Produksi sawit Kalimantan tumbuh cepat

Minggu, 12 Mei 2013 19:43 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Di dalam dunia kelapa sawit Indonesia, terdapat dua fenomena menarik dalam tiga tahun terakhir yaitu hilirisasi dan mulai tumbuhnya produksi di Kalimantan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam keterangan tertulis, saat berkunjung ke Badau, Kalimantan Barat, guna meresmikan pengiriman ekspor perdana CPO melalui Pos Lintas Batas (PLB) Badau menuju negara bagian Sarawak, Malaysia Timur.

Wamendag melanjutkan, terkait dengan hilirisasi, ekspor Indonesia di tahun 2011 masih didominasi oleh produk hulu, yaitu CPO yang mencapai 61 persen dari total ekspor.

Namun, pada 2013 kondisinya terbalik, dimana ekspor dalam bentuk produk hilir berupa 'refined bleached deodorized' (RBD) palm oil, RBD palm kernel oil, dan stearin telah mencapai 57,9 persen. Hal ini terjadi terutama sebagai akibat dari kebijakan bea keluar yang memang memberi insentif untuk hilirisasi.

Menjelaskan mengenai produktivitas Kalimantan dari tahun ke tahun, Wamendag Bayu mengatakan bahwa produksi Kalimantan tahun 2010 hanya sebesar 900 ribu ton. Kemudian di tahun 2011 produktivitas itu mencapai 2,3 juta ton, sedangkan tahun 2012 mencapai 3,4 juta ton.

"Pada tahun 2013 diperkirakan akan mencapai 4,5 juta ton," ujarnya.

Menurut Wamendag, hal tersebut terjadi karena perkebunan-perkebunan mulai memasuki umur tanaman menghasilkan.

Jika dibandingkan dengan Kalimantan, lanjut Wamendag, produksi Sumatera pada 2013 diperkirakan akan mencapai 17,5-18 juta ton CPO, namun sebagian sudah dengan tanaman tua.

Wamendag Bayu Krisnamurthi juga memperkirakan bahwa dengan pertumbuhan sedemikian cepat, produksi Kalimantan akan bisa melewati Sumatera pada tahun 2020.

Pertumbuhan Kalimantan yang pesat ini berpotensi menimbulkan masalah baru yang harus diantisipasi. Wamendag menjelaskan bahwa masalah tersebut antara lain adalah outlet, yaitu permasalahan yang terkait dengan bagaimana cara menyalurkan produksi besar itu keluar Indonesia.

Dalam kondiisi seperti itu, lanjut Wamendag, diproyeksikan akan dibutuhkan pelabuhan yang akan melayani ekspor atau perdagangan antar pulau, yang berada di Pontianak, Banjarmasin, dan Sangata/Maloy. Namun itu mungkin belum cukup, terutama karena banyak kebun berada di tengah pulau Kalimantan, sehingga jauh dari pelabuhan.

Menurut Wamendag, hal inilah yang menyebabkan Badau menjadi strategis.

“Posisinya di tengah pulau, sehingga memungkinkan Badau menjadi jalan keluar bagi produksi CPO dan produk lain," ujarnya.

(http://www.antaranews.com/berita/374265/produksi-sawit-kalimantan-tumbuh-cepat)

+++++++++

Wamendag: Ekspor CPO Jangan Hanya ke Malaysia

Minggu, 12 Mei 2013 02:10 WIB

Kapuas Hulu, Kalbar (ANTARA News) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan ekspor minyak sawit mentah (CPO) melalui Pos Lintas Batas (PLB) Badau jangan hanya ke Malaysia tetapi juga bisa menjangkau negara-negara tujuan lainnya.

"Ekspor CPO sangat besar. Jangan hanya ke Malaysia karena kenyataannya oleh mereka diekspor kembali ke negara-negara lain," kata Bayu Krisnamurthi di Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu.

Wamendag Bayu Krisnamurthi berada di Kapuas Hulu untuk meresmikan ekspor perdana CPO produksi PT Paramitra Internusa Pratama melalui PLB Badau ke Sarawak, Malaysia Timur.

Wamendag mengatakan saat ini sedang menjajaki dan bernegosiasi dengan pihak Malaysia supaya bisa mengekspor melalui Malaysia. Bila memungkinkan, kata Wamendag, Indonesia akan berinvestasi untuk membangun infrastruktur ekspor ke negara-negara tujuan lainnya.

"Dengan begitu, manfaatnya akan lebih besar bagi kita. Produksi minyak sawit Kalimantan pada 2013 diperkirakan 4,5 juta ton dan akan terus bertambah karena tanaman mulai menghasilkan. Produksi 2013 Sumatera diperkirakan 17,5 juta ton, tetapi sebagian tanaman sudah berumur tua," tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Paramitra Internusa Pratama Susanto mengatakan pihaknya menargetkan proyeksi ekspor CPO melalui PLB Badau diperluas hingga ke China.

"Kami berencana mengakuisisi lahan di Tanjung Manis, Malaysia untuk membangun pelabuhan ekspor. Saat ini masih negosiasi dan kami optimistis bisa terwujud empat tahun atau lima tahun lagi," katanya.

Susanto mengatakan pembukaan ekspor CPO melalui PLB Badau dan rencana pembangunan pelabuhan ekspor di Tanjung Manis memerlukan kompensasi kepada pihak Malaysia. Karena itu, PT Paramitra Internusa Pratama sudah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan semen dari Malaysia untuk digunakan di internal perusahaan.

"Menggunakan BBM dari Malaysia lebih efisien karena lebih mudah diperoleh dibandingkan BBM dari Indonesia. BBM dari Indonesia seringkali sudah tercampur dengan air dan bahan-bahan lain," katanya.  (T.D018) Editor : Aditia Maruli

Oleh      : Bayu Krisnamurthi
http://www.antaranews.com/berita/374267/wamendag-harap-eskpor-plb-badau-dorong-dunia-usaha

Logo KPBN

Contact Us

Jl. Cut Meutia NO. 11, RT. 13, RW. 05, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kode Pos. 10330

(021)3106685, (021)3907554 (Hunting)

[email protected]

PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara

Social Media

© Inacom. All Rights Reserved.