01 Jul 2011
Mohd. Ghozali Bin Yahaya, Head Plantation Upstream PT Indonesia Minamas Plantation—anak perusahaan Sime Darby Bhd, mengatakan total investasi tersebut mencapai 330 juta ringgit (sekitar US$100 juta).
“Pabrik CPO refinery Sime Darby di Pulau Laut adalah pengembangan downstream yang pertama di Indonesia. Tujuannya untuk merespons demand produk-produk hilir sawit yang terus berkembang di pasar domestik,” ujarnya hari ini.
Dana sebesar itu, lanjutnya, akan digunakan untuk pengadaan lahan pabrik seluas 6 hektare, mesin dan peralatan, dan pembangunan jeti. Pabrik tersebut akan berdesain kapasitas sebesar 2.500 ton per hari, atau 750.000 ton per tahun.
Ghozali mengungkapkan Sime Darby Plantation juga telah melebarkan sayap bisnisnya ke
Berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan bea keluar CPO secara progresif, lanjutnya, anak usaha Sime Darby Plantation di Indonesia yakni Minamas Plantation tak keberatan dan akan mengikuti peraturan pemerintah.
“Dalam bulan ini, kami mendengar BK ditetapkan sekitar 12,5% sedangkan pada bulan depan 20%. Sebagai sebuah perusahaan kami harus mengikuti policy yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Dia juga menerangkan persentase BK minyak sawit tak akan mengganggu daya saing dan harga CPO ke pasar ekspor. Pada saat yang sama, fluktuasi harga CPO di pasar dunia dinilai wajar karena mengikuti tren kebutuhan dunia.
“Pada hari ini [kemarin] harga minyak sawit mentah masih sekitar 3.200 ringgit per ton. Kami memprediksi harga CPO hingga akhir tahun akan berkisar 3.000 ringgit per ton. Jika benar, harga pada level tersebut sudah membuat kami merasa gembira,” katanya.
Oleh : Mohd. Ghozali Bin Yahaya, Head
Jl. Cut Meutia NO. 11, RT. 13, RW. 05, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kode Pos. 10330
(021)3106685, (021)3907554 (Hunting)
PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara
© Inacom. All Rights Reserved.