02 Nov 2009
Angka tentang pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan yang positif pekan ini membuktikan bahwa usaha penggunaan dana besar-besarannya untuk menstimulasi perekonomian ternyata cukup berhasil. Akan tetapi dia memperingatkan dalam pidato radio mingguannya kepada rakyat Amerika bahwa "kita masih harus menempuh jalan panjang sebelum kita kembali kepada kesejahteraan" dan di hari-hari mendatang kemungkinan akan lebih banyak lagi hilangnya lapangan pekerjaan.
Baik pihak Demokrat maupun Republik sama-sama menyatakan bahwa perekonomian akan menjadi isu utama untuk pemilihan kongres 2010, walau Gedung Putih membantah dugaan bahwa mereka akan menjadi yang pertama-tama menilai Obama dan kebijakan-kebijakannya.
Pemungutan suara dalam pemilihan gubernur
Tingkat pengangguran di AS masih tetap tinggi mencapai 9,8%, kendati adanyastimulus ekonomi $ 787 miliar yang diprogramkan oleh Obama dan para anggota Demokrat lainnya yang menguasai Kongres.
Jumlah pengangguran baru yang akan diungkapkan Jumat depan diperkirakan akan menunjukkan para majikan AS melakukan 175.000 PHK dalam Oktober, kata para ekonom dalam sebuah jajak pendapat umum. Tingkat pengangguran tersebut diperkirakan naik menjadi 9,9% untuk Oktober.
Namun demikian, data baru pekan ini yang menunjukkan perekonomian AS dalam kuartal ketiga tumbuh untuk pertama-kalinya dalam lebih satu tahun terakhir, yang mengindikasikan akhir dari resesi terburuk di dalam 70 tahun, jelas menjadi berita bagus bagi administrasi Obama.
"Kini, pertumbuhan ekonomi tidak punya cadangan untuk pertumbuhan lapangan kerja," kata Obama yang menambahkan, "Namun kita tidak akan menciptakan lapangan kerja yang diperlukan kecuali perekonomian mengalami pertumbuhan,"
Obama mengatakan, berbagai langkah yang diambil pemerintahnya untuk mulai menggerakkan perekonomian, termasuk paket pendanaan stimulus dan pengurangan pajak, telah membantu "menghambat keadaan terburuk akibat resesi."
Paket Stimulus Berhasil
Gedung Putih mengatakan Jumat lalu (Sabtu, WIB) bahwa paket stimulus tersebut sebegitu jauh sudah secara langsung menyelamatkan atau menciptakan lebih 640.000 pekerjaan berdasarkan data tentang siapa yang mendapat pinjaman atau dana bantuan melalui Ketetapan tentang Pemulihan dan Re-investasi Amerika (American Recovery and Reinvestment Act).
Obama mengatakan, secara keseluruhan stimulus tersebut sudah menciptakan atau menyelamatkan lebih satu juta pekerjaan.
"Diperlukan bertahun-tahun untuk mendalami krisis yang kita hadapi, dan diperlukan lebih beberapa bulan bagi kita untuk keluar dari
Pihak Republik yang merasa senang terhadap program pemotongan pajak tersebut, mengatakan bahwa stimulus Obama gagal menghentikan merambat naiknya tingkat pengangguran dan mereka mempertanyakan Gedung Putih tentang lapangan pekerjaan yang diselamatkan atau yang diciptakan.
"Agak membingungkan melihat pemerintah yang sama yang menjual triliunan dolar rencana pengeluaran mereka dalam musim semi ini sebagai jaminan terhadap 8% pengangguran -- data hari Minggu menunjukkan sudah hampir 10% -- dengan menyatakan sudah menciptakan 1 juta lapangan kerja, terutama sejak adanya kenyataan menyedihkan tentang hilangnya 3 juta pekerjaan sejak paket stimulus tersebut disahkan menjadi undang-undang," kata anggota Senat dari Republik, Mitch McConnell dalam sebuah pernyataan.
Sumber : Harian Analisa
---------------------------------------
Harga Minyak Melonjak Setelah Ekonomi As Tumbuh Lagi
New York, 30/10 (Antara/FINROLL News) - Harga minyak "rebound" (berbalik naik) tajam pada Kamis waktu setempat, karena pedagang menyambut baik berita bahwa Amerika Serikat, negara pengguna energiterbesar di dunia, telah kembali ke pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga setelah setahun kontraksi.
Kontrak berjangka utama
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Desember melompat 2,18 dolar menjadi ditutup pada 78,04 dolar.
Pasar "rally" dari kerugian Rabu, setelah pemerintah AS melaporkan produk domestik bruto (PDB), ukuran luas output barang dan jasa suatu negara, mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam dua tahun karena pemerintah memacu stimulus pengeluaran konsumen.
Setelah empat kuartal negatif, ekonomi terbesar dunia itu tumbuh dalam sebuah penyesuaian secara musiman tingkat tahunan 3,5 persen dalam periode Juli-September dari kuartal kedua.
Ini adalah ekspansi terkuat sejak kuartal ketiga tahun 2007, ketika krisis subprime mortgage AS memicu krisis keuangan global yang menghantam ekonomi dunia, dan menandai akhir resesi terburuk sejak Depresi Besar.
"Tanpa ambiguitas orang akan mengatakan bahwa angka-angka PDB cukup layak dari kuartal sebelumnya, sebagian besar menggerakan pasar," kata Bart Melek, analis di BMO Capital Markets.
"
Melek mengatakan bahwa langkah-langkah stimulus pemerintah telah berhasil dan "permintaan minyak juga akan meningkat."
Minyak yang dihargakan dalam dolar juga memenangkan dukungan dari greenback yang melemah.
Euro menembus 1,48 dolar AS pada Kamis setelah data PDB AS yang positif meningkatkan selera investor untuk aset berisiko, seperti mata uang tunggal.
Dalam transaksi sore London, mata uang tunggal Eropa melonjak setinggi 1,4836 dolar, naik dari 1,4714 dolar akhir Rabu.
Perkiraan pertama pemerintah AS untuk PDB kuartal ketiga melampaui 3,2 persen yang diproyeksikan oleh sebagian besar analis.
"Sebuah angka PDB yang kuat secara luas menunjukkan bahwa perekonomian AS akhirnya menarik diri dari resesi," kata pedagang ETX Capital, Manoj.
Harga minyak telah merosot lebih dari dua dolar Rabu, setelah data menunjukkan kenaikan stok minyak mentah dan bensin di AS, menunjukkan penurunan permintaan.
Mike Fitzpatrick dari MF Global juga mencatat luasnya ekonomi AS rebound pada kuartal ketiga dan data yang menunjukkan klaim mingguan AS yang baru untuk tunjangan pengangguran telah menyusut minggu lalu.
"Pemikiran kami adalah bahwa ini adalah bukti terbaik, sampai saat ini, bahwa mungkin pemulihan yang berkelanjutan, dan akibatnya, kebangkitan permintaan energi, mulai mengambil alih," katanya.
Namun demikian, Fitzpatrick menyuarakan sebuah catatan hati-hati tentang estimasi pertama PDB resmi pemerintah untuk kuartal ketiga. Dua bacaan yang jatuh tempo dalam bulan-bulan mendatang.
"Sebuah pemulihan padat hanya akan dicirikan oleh laporan positif berturut-turut. Untuk harga minyak saat itu, tanggapan telah dan mungkin akan terus menjadi agak dijaga," katanya.
"Para pelaku pasar akan perlu untuk melihat momentum kenaikan yang bermakna dalam kinerja ekonomi sebelum mereka yakin bahwa permintaan akan mengikuti," ia menambahkan.
Sumber : http://www.news.id.finroll.com
Friday, 30 October 2009 23:09
Singapura, 30/10 (Antara/FINROLL News) - Harga minyak melayang-layang di dekat 80 dolar per barel di perdagangan Asia, Jumat, di tengah berita Amerika Serikat telah muncul dari resesi panjang dan menyakitkan setelah membukukan pertumbuhan terkuat dalam dua tahun.
Kontrak berjangka utama
Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Desember berbalik lebih rendah pada 77,98 dolar, turun enam sen.
Setelah empat kuartal kontraksi berturut-turut, ekonomi terbesar dunia tumbuh pada penyesuaian secara musiman 3,5 persen pada kuartal September dari tiga bulan sebelumnya, kata Departemen Perdagangan.
Kenaikan ini terbesar sejak kuartal ketiga tahun 2007, ketika pasar kredit subprime memicu krisis keuangan global yang tumpah ke dalam ekonomi dunia.
"Hasil PDB AS kuartal ketiga sangat positif dan beberapa kekhawatiran awal tentang laju pemulihan ekonomi karena itu mereda," kata Victor Shum, kepala senior di konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura.
"Minyak yang tergantung di kisaran 80 dolar dan pedagang sekarang mencari lebih banyak data ekonomi untuk mengkonfirmasi hasil PDB positif ini."
Shum mengatakan bahwa permintaan global yang rapuh di tengah kelebihan pasokan minyak mentah yang berarti minyak tidak mampu untuk mempertahankan harga di atas 80 dolar per barel itu mengejutkan.
"Minyak pada tingkat harga ini goyah," katanya.
Pertumbuhan kuartal ketiga Amerika Serikat menegaskan bahwa "yang paling parah dan terpanjang resesi sejak tahun 1930-an sudah selesai," kata rumah penelitian Capital Economics.
"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi melanjutkan langkah yang sama untuk beberapa kuartal berikutnya karena terpendamnya permintaan investasi dilepaskan, persediaan restocked dan meningkatnya stimulus fiskal terus berlanjut."
Amerika Serikat adalah konsumen energi terbesar di dunia dan kesehatan ekonomi serta pola konsumsi Amerika paling berpengaruh pada pasar minyak.
Harga minyak mentah jatuh dari puncak lebih dari 147 dolar per barel pada Juli 2008 menjadi sekitar 30 dolar pada Desember karena penurunan permintaan akibat resesi menyusul runtuhnya bank investasi AS Lehman Brothers.
Sumber: http://www.news.id.finroll.com
Jl. Cut Meutia NO. 11, RT. 13, RW. 05, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kode Pos. 10330
(021)3106685, (021)3907554 (Hunting)
PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara
© Inacom. All Rights Reserved.