Berita Terbaru

22 Apr 2010

Karet Alam Nikmati Kenaikan Harga Minyak

 Karet Alam Nikmati Kenaikan Harga Minyak

Kontrak karet alam pengiriman September mencatatkan kenaikan harga sekitar 2,1% menjadi 329,4 yen per kilogram atau setara dengan US$3,53 per kg di Tokyo Commodity Exchange (Tocom).

 

Karet pengiriman April yang jatuh tempo pada 23 April bahkan menyentuh level 430 yen yang merupakan posisi harga tertinggi sejak kontrak komoditas itu ditransaksikan pada Desember 1952.

 

Kenaikan harga bahan baku ban alam itu seiring dengan peningkatan harga minyak mentah. Harga komoditas energi itu juga meningkat dalam 2 hari terakhir setelah sejumlah industri menunjukkan laporan penurunan pasokan minyak di Amerika Serikat, konsumen terbesar dunia.

 

Kenaikan harga minyak mentah memangkas daya saing karet sintetis, kompetitor karet alam, sehingga permintaan komoditas itu terus merayap naik.

 

Harga minyak mentah pengiriman Juni naik 0,7% menjadi US$84,45 per barel di New York Mercantile Exchange. BofA Merrill Lynch Global Research memprediksi harga minyak mentah jenis brent dan West Texas Intermediate (WTI) rata-rata di level US$83 per barel pada kuartal II/2010.

 

Sementara itu, harga minyak WTI akan melanjutkan kenaikannya pada periode semester II/2010 menjadi rata-rata US$92 per barel.

 

Pasokan karet yang ketat, terutama dipengaruhi ketegangan politik di Thailand, mendongkrak harga komoditas itu hingga menyentuh rekor tertingginya 412,10 yen atau US$4,4 per kilogram pada 16 April.

 

Selain disebabkan oleh ketegangan politik, Thailand yang merupakan produsen utama karet alam dunia juga mengalami penurunan volume produksi karena pengaruh musim hujan. Pada saat itu, karet alam relatif sedikit memproduksi getah karet (latex).

 

Indonesia, produsen terbesar kedua, juga mengalami penurunan produksi karena musim hujan. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) memprediksikan harga karet terus bertahan tinggi di atas US$3 per kilogram menyusul penurunan signifikan produksi karet dari Tanah Air.

 

Ketua Umum Gapkindo Asril Sutan Amir sebelumnya mengatakan penurunan produksi karet tersebut disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sejak awal tahun ini.

 

"Supply [pasokan] karet ketat otomatis harga masih terus bertahan tinggi. Apalagi, harga minyak mentah masih bertahan di atas US$80 per barel," ujarnya.

 

Indonesia, Thailand, dan Malaysia tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC). Dia memperkirakan produksi karet dari Indonesia terkoreksi hingga menjadi menjadi 2,8 juta ton.

 

Oleh Berliana Elisabeth S.

Bisnis Indonesia

Logo KPBN

Contact Us

Jl. Cut Meutia NO. 11, RT. 13, RW. 05, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kode Pos. 10330

(021)3106685, (021)3907554 (Hunting)

[email protected]

PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara

Social Media

© Inacom. All Rights Reserved.