Mentan Resmikan 354 BPP Se-Indonesia
Pembangunan BPP ini menurut Suswono sebagai salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk mewujudkan empat target kementrian pertanian dalam mengupayakan swasembada pangan, diversifikasi pangan, peningkatan daya saing dan ekspor serta peningkatan kesejahteraan petani.
`Tenaga penyuluh pertanian sangat berperan dalam meninkatkan produksi pertanian sehingga bisa mewujudkan harapan negeri ini mencapai swasembada pangan, diversiikasi pangan, peningkatan daya saing dan ekspor serta tercapai kesejahteraan para petani,` kata Suswono.
Namun diakui Suswono jumlah tenaga penyuluh pertanian saat ini sangat kurang jika dibandingkan jumlah desa dan areal pertanian yang ada di Indonesia.
Berdasarkan data yang ada, jumlah Pegawai Negeri Sipil yang bertugas sebagai tenaga penyuluh sebanyak 2.430 orang dibantu 1.940 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang harus menangani 5.547 desa se-Indonesia.
`Dengan jumlah tersebut sebenarnya kita masih kekurangan banyak tenaga penyuluh. Bahkan masih ada satu orang tenaga penyuluh harus bisa menangani tiga hingga lima desa sekaligus,` kata Suswono.
Namun Suswono mengharapkan kepada tenaga penyuluh yang belum PNS untuk tetap semangat dalam menjalankan tugasnya membimbing para petani hingga lahan pertaniannya menghasilkan panen yang memuaskan dan para petani bisa sejahtera.
Bahkan sebagai bentuk penghargaan bagi tenaga penyuluh pertanian, Suswono berencana mengangkat petugas THL-TBPP menjadi PNS.
`Kalau sudah terlihat hasilnya kita upayakan seluruh tenaga penyuluh pertanian bisa diangkat sebagai PNS. Tapi jangan sampai setelah jadi PNS kerjanya malah jadi malas-malasan,` kata Suswono sambil bercanda.
Sementara itu Bupati Cirebon, Dedi Supardi menyatakan kebahagiaannya atas perhatian Kementerian Pertanian terutama dengan pemberdayaan tenaga penyuluh pertanian tersebut.
`Sekitar 65 persen warga Kabupaten Cirebon bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga sangat tepat jika perhatian pemerintah di bidang pertanian difokuskan pada peningkatan SDM terutama tenaga penyuluh pertanian yang akan menularkan kemampuannya kepada para petani,` kata Dedi.
Meski hasil padi di Kabupaten Cirebon saat ini termasuk sukses yang dapat terlihat dari surplus produksi padi tahun 2009 lalu hingga 80 ribu ton, Dedi mengharapkan dengan berdirinya BPP yang baru di Kecamatan Panguragan ini akan semakin meningkatkan produksi padi di wilayahnya.
Sumber : ANTARA
-----------------
Senin, 8 Pebruari 2010 07:11 WIB
Disnakeswan Pandeglang Bentuk `Kampung Kerbau`
Pandeglang (ANTARA News) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten pada 2010 telah memprogramkan pembentukan `Kambung Kerbau`
Kepala Disnakeswan Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat, ketika dikonfirmasi, Minggu, menjelaskan, lokasi `Kampung Kerbau` itu di Kecamatan Cibaliung.
`Kita sudah mengusulkan rencana pembentukan `Kampung Kerbau` itu pada Kementerian Pertanian, dan mengharapkan agar ada bantuan agar pelaksanaannya bisa lebih maksimal,` katanya.
Ia berharap, `Kampung Kerbau` tersebut juga bisa berhasil seperti `Kampung Domba` di Desa Cinyurup Kecamatan Karangtanjung, yang kini telah dijadikan percontohan nasional.
Mengenai populasi kerbau, menurut dia, saat ini masih relatif sedikit yakni sekitar 2.930 ekor yang tesebar di 35 kecamatan di daerah itu dan pelihara oleh masyarakat secara sampingan.
Ia juga menjelaskan, populasi hewan ternak besar itu terbanyak berada di Kecamatan Pandeglang sebanyak 323 ekor, Labuan 149 ekor, Mandalawangi 149 ekor, Pulosari 136 ekor dan Menes 129 ekor.
Sebelumnya, Disnakeswan Pandeglang telah membentuk `Kampung Domba` di Desa Cinyurup Kelurahan Juhut Kecamatan Karangtanjunt yang juga merupakan percontohan dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Seluruh warga kampung hanya berpendidikan Sekolah Dasar namun karena memiliki semangat tinggi mereka bisa berhasil beternak domba. Jumlah warga yang bermukim di lokasi itu sebanyak 299 kepala keluaraga.
`Sekitar dua tahun lalu, kita memberikan bantuan domba sebanyak 169 ekor, kini telah berkembang menjadi 233 ekor, dan banyak di antara induk hewan itu saat ini sedang bunting jadi dalam waktu dekat populasinya akan bertambah cukup banyak,` ujarnya.
Pengembangan ternak domba di lokasi itu, sangat potensial karena selain kondisinya alamnya mendukung semangat warganya untuk menekuni usaha itu sangat tinggi.
Kempung Cinyurup, kata dia, dikelilingi hutan karena itu memudahkan warga untuk mencari pakan disamping juga menanam rumput sendiri.
`Kita merencanakan akan memberikan bantuan domba bagi warga Cinyurup itu, sehingga populasinya bisa lebih cepat,` ujarnya.
Domba yang dikembangkan di lokasi itu, menurut dia, jenis lokal dan gibas yakni domba yang memiliki kuping panjang dan tubuh sangat besar untuk ukuran domba.
Sumber : ANTARA