KPBN News

Ekspor teh Indonesia ke Inggris naik 11,6%

Jakarta (KPB) : Ekspor komoditas teh RI ke pasar United Kingdom (Inggris) meningkat sebesar 11,6% periode Januari-April 2004 dibanding periode sama tahun lalu menjadi 5,26 ton, sementara harga teh sedikit membaik pada level US$ 1,1 per kg.
Insyaf Malik, ketua umum Asosiasi Teh Indonesia, mengharapkan agar harga teh dunia tidak bergejolak dan stabil di atas US$ 1 per kg.

“Harga sedikit membaik belakangan ini, di atas US$1 per kg, sehingga produsen teh rugi banget,” katanya kepada Bisnis, kemarin (19/7).

Sebaliknya, lanjutnya, jika harga teh dunia di atas US$1,2 per kg maka dapat menghasilkan keuntungan bagi produsen teh. Dengan demikian, lanjutnya, dapat membantu mengatasi turunnya kinerja teh nasional. Dia menjelaskan sampai dengan Juni 2004, total produksi teh dari perusahaan perkebunan milik negara mencapai 45.133.335 kg.

“Kami tidak hafal angkanya berapa besar peningkatan produksi dibanding periode sama 2003. Tetapi setidaknya peningkatan kapasitas produksi dalam beberapa bulan terakhir juga memberikan gambaran produksi teh rakyat”, ungkap Insyaf.

Sebagai perbandingan, lanjutnya, total produksi teh selama 2003 sebanyak 87.382.941 kg. Jika selama semester kedua menyamai produksi periode Januari-Juni 2004, maka diperkirakan total produksi teh perkebunan negara mencapai 90.000.000 kg.

Sementara itu, sambungnya, berdasarkan data yang dirilis International Tea Council (ITC), impor teh United Kingdom (UK) dari Indonesia meningkat dari sebanyak setengah ton lebih, dari 4,71 ton pada Januari-April 2003 menjadi 5,26 to pada periode sama tahun ini.

Tetapi pada April tahun ini turun sebesar 9,4% menjadi 817 kg dari bulan sama 2003 sebanyak 894 kg.

Insyaf mengungkapkan bahwa UK merupakan salah satu pasar tradisional yang menyerap ekspor produk teh dari perkebunan milik negara (PTPN) selama ini, sebesar 11,1% dari total ekspor. Negara terbesar lainnya adalah CIS (Rusia) sebesar 12,3%. Pada 2003, berdasarkan data ATI, total ekspor Indonesia 7.000 ton, sementara pada 2002 hanya sebanyak 5.611 ton. (bas) (mes)
Sumber : Harian Bisnis Indonesia