KPBN News

Vietnam perkirakan produksi kopi turun menjadi 12 juta karung

Jakarta, (KPB) : Vietnam, eksportir terbesar kopi robusta dunia, Senin (21/6) memperkirakan produksi kopi periode 2004/2005 lebih kecil dibanding periode sebelumnya, namun pedagang mengatakan angka sesungguhnya kemungkinan besar tetap lebih tinggi.
Doan Trieu Nhan, Ketua Asosiasi Kopi dan Kakao Vietnam (the Vietnam Coffee and Cocoa Association / Vicofa) mengatakan kepada Reuters, bahwa produksi kemungkinan besar meningkat menjadi 12 juta karung @ 60 kg (720.000 ton) dalam tahun panen yang dimulai bulan Oktober, dari perkiraan sebelumnya dalam tahun berjalan sebesar 11,7 juta karung. Pada bulan Pebruari lalu, Nhan mengatakan musim panen 2004/2005 akan menghasilkan antara 11,5 juta dan 12 juta karung. Ini berarti perkiraan terbarunya tidak berubah.

“Panen berikutnya akan menghasilkan 12 juta karung disebabkan musim kemarau. Kalau tidak terpengaruh kemarau, produksi akan lebih tinggi”, katanya sesaat menjelang memberikan penjelasan singkat yang berkaitan dengan berita kopi untuk suatu konferensi kopi internasional.

Seorang pedagang kopi peserta konferensi mengatakan pada Reuters bahwa panen 2004/2005 paling sedikit sebesar 750.000 ton. “Pengaruh kekeringan pada awal tahun ini tidak cukup berarti”, katanya. Musim kering tahunan di dataran tinggi bagian tengah, daerah sentra produksi kopi Vietnam, mencapai puncaknya pada bulan Pebruari dan Maret. Pedagang yang lain mencatat bahwa angka terakhir Vicofa sepenuhnya dibawah perkiraan pedagang luar negeri kopi Vietnam, yakni sekitar 850.000 ton.

Perkiraan Yang Meragukan
Para pedagang umumnya menganggap angka Vicofa tersebut sebagai terlalu rendah. Suatu penyelidikan opini pedagang yang diselenggarakan Reuters di London pada bulan Maret menunjukkan rata-rata perkiraan panen 2004/2005 sebesar 12,5 juta karung (750.000 ton). Namun demikian, perkiraan oleh pedagang di Vietnam di kisaran 750.000 dan 850.000 ton, sedangkan panen 2003/2004 menghasilkan paling tidak 800.000 ton.

Nhan mengatakan Vicofa tidak memiliki angka pasti tentang seberapa banyak produksi kopi berkurang di Vietnam. Tidak ada agency yang dapat menyediakan data secara persis tentang kopi Vietnam. Dia mengatakan Vietnam memancang targetnya mempertahankan luasan areal 500.000 ha kopi, yang terdiri dari 400.000 ha robusta dan pengembangan areal arabika menjadi 100.000 ha, agar dapat menghasilkan 11 s.d. 12 juta karung per tahunnya.

Hasil panen Vietnam mencatat rekor 900.000 ton kopi pada musim panen 2001/2002 yang berasal dari 515.000 ha lahan perkebunan, yang ditambah dengan produksi dari negara produsen utama lainnya telah membanjiri pasar dunia. Sejak itu, Hanoi secara teratur mengurangi pohon kopi robusta dan menanam tanaman keras lainnya, seperti kakao, karet, jambu monyet/kacang mete, atau teh. Pedagang mengatakan ekspansi kopi dari jenis Arabica berjalan lamban dengan sedikit sukses. Sekitar 97% produksi kopi Vietnam adalah jenis robusta, yang secara luas digunakan untuk memproduksi kopi instant.

“Kami tidak dapat memproduksi kopi setinggi tahun sebelumnya. Jika harga meningkat, produksi bisa ditingkatkan sedikit lebih tinggi, namun hanya sekitar 12 juta karung (720.0000 ton), kata Nhan mengakhiri penjelasannya. (mes)

Sumber : Reuters