KPBN News

Gandeng Dua Media Internasional, KPBN Berharap Indonesia Lebih Mewarnai Harga Sawit Dunia

Nusa Dua, Bali – PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) bertekad membawa Indonesia untuk lebih mewarnai dinamika pembentukan harga CPO sekaligus menjadi referensi harga komoditas sawit di pasar dunia. Pernyataan itu disampaikan Direktur KPBN, Rahmanto Amin Jatmiko di sela kegiatan Konferensi IPOC 2022 (18th Indonesian Palm Oil Conference and 2023 Price Outlook) pada Kamis, 3 November 2022 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali.
“KPBN yang sudah menyelenggarkan bursa CPO bagi pelaku industri sawit di Indonesia sejak tahun 1968 bertekad untuk membawa Indonesia ikut mewarnai dinamika pembentukan harga CPO di pasar global sekaligus menjadi price reference komoditas sawit di Indonesia maupun dunia, program berikutnya adalah untuk membuat Indonesia ikut mewarnai dinamika pembentukan harga CPO dunia melalui bursa komoditas yang ada di KPBN, adalah tekad dan inisiatif kita,” kata Rahmanto Amin.
Direktur KPBN itu menjelaskan, langkah awal mewujudkan cita-cita itu dimulai dengan kolaborasi yang dilakukan oleh KPBN dengan dua perusahaan media internasional raksasa, Reuters dan Bloomberg. Kolaborasi ini juga menjadi salah satu upaya strategis KPBN dalam mengenalkan diri di dunia internasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai price reference komoditas sawit.
Menurutnya, sebagai produsen minyak sawit terbesar, Indonesia masih kurang optimal dalam memainkan peran di industri ini. Saat ini, pelaku industri sawit dunia masih merujuk harga acuan (price reference) ke dua bursa utama dunia yaitu MDEX di Malaysia dan Rotterdam di Belanda.Padahal, minyak sawit (CPO) adalah salah satu komoditas andalan penghasil devisa yang penting bagi Indonesia.
“Salah satu manfaat kerjasama itu akan membuat harga yang terbentuk dari Bursa Komoditas KPBN akan tampil dalam platform system terminal dari Bloomberg maupun Reuters (Refinitive) dan bersanding dengan informasi dari bursa utama dunia lainnya, sehingga bisa diakses oleh pihak yang berkepentingan tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia,” jelas Rahmanto.
Holding Perkebunan Nusantara selaku induk usaha PT KPBN mendukung inisiasi program kerjasama KPBN dengan Reuters dan Bloomberg dimaksud. “Kami selaku Holding Perkebunan Nusantara mendukung penuh upaya KPBN sebagai price reference komoditas sawit di Indonesia. Kami berharap kerjasama yang terjalin dengan Reuters dan Bloomberg mampu membawa dampak positif, sehingga dengan demikian iklim bisnis industri sawit di Indonesia akan semakin kuat dalam menyokong perekonomian,” pungkas Mohammad Abdul Ghani Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) di tempat terpisah.
#KPBN #Inacom #Holding #CPO #Pricereference