Go to Top
 
kosong
tender
KOMODITI NO TANGGAL
TEH 45 19-11-2014
SAWIT    
  Lokal 214 24-11-2014
  PK - -
  PKM (mingguan) 57 18-11-2014
  PKO (mingguan) 52 18-11-2014
KARET 213 21-11-2014
      Syarat Pembeli
      Tata Cara Penjualan
     bullet_coklat Jadwal Tender
     bullet_coklat FAQ
  Berita  

Posted on [09:04:44 18/04/2007] by admin


Keinginan pemerintah meremajakan 250.000 hektar tanaman karet rakyat yang sudah tua dan tekad petani meremajakan kebun karetnya secara swadaya dihadapkan pada masalah kekurangan bibit. Kondisi ini membuat bisnis penangkaran bibit unggul bersertifikasi masih prospektif.

"Harga karet yang meningkat dengan cepat telah memotivasi petani untuk meremajakan tanamannya yang sudah tua. Permintaan bibit yang melonjak secara bersamaan menimbulkan defisit bibit dan ini merupakan peluang bisnis bagi penangkar- penangkar baru," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia Didiek Hadjar Goenadi, Selasa (17/4) di Jakarta.

 

Program revitalisasi karet yang dicanangkan pemerintah membuat kebutuhan bibit mencapai 70 juta per tahun. Sementara kemampuan balai-balai besar dan penangkar binaan Pusat Penelitian Karet berproduksi baru 50 juta bibit per tahun.

 

Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian juga memiliki kebun bibit, tetapi produksinya masih terbatas.

 

Bibit batangan dijual Rp 2.500 per satuan, sedangkan bibit dalam polybag (kantong plastik) yang dapat langsung ditanam dijual Rp 5.000 per satuan.

 

Perputaran uang dalam bisnis ini sebesar Rp 350 miliar per tahun dengan asumsi yang diserap bibit dalam polybag.

 

Pusat Penelitian Karet telah mengembangkan sistem waralaba bibit unggul bagi siapa pun yang berminat. Pola ini sangat potensial bagi masyarakat maupun petani yang ingin berwirausaha.

 

Syaratnya, calon investor harus memiliki lahan sedikitnya 3 hektar dan mampu memproduksi sedikitnya 1 juta bibit per tahun.

 

Selanjutnya, penangkar wajib menyiapkan bibit batang bawah karet umur enam hingga sembilan bulan untuk disambung dengan batang atas (entres) klon unggul yang diproduksi Pusat Penelitian Karet.

 

Penangkar kemudian dilatih khusus teknik penyambungan (okulasi), perawatan bibit, hingga penyiapan bibit siap jual oleh petugas dari balai penelitian karet terdekat. Pusat Penelitian Karet juga membantu sampai pemasaran bibit unggul.

 

Antusiasme petani

 

Penangkar di Sumatera dibantu petugas dari Balai Penelitian Sungei Putih di Medan dan Balai Penelitian Sembawa di Palembang. Sementara Pulau Jawa dilayani Balai Penelitian Getas di Salatiga dan Balai Penelitian Teknologi di Bogor.

 

Direktur Pusat Penelitian Karet Chairil Anwar mengatakan bisnis penangkaran bibit karet masih sangat sedikit. Pada komoditas kelapa sawit, jika Pusat Peneliti Kelapa Sawit Medan kehabisan, masih ada beberapa perusahaan perkebunan produsen kecambah sawit lainnya.

 

Sedikitnya bisnis penangkaran karena pada tahun 1997 harga karet alam sempat anjlok. Akibatnya, minat petani merawat kebunnya rendah. Mereka kemudian mengganti tanamannya dengan kelapa sawit karena harganya terus membaik.

 

Antusiasme petani terhadap komoditas karet kembali tumbuh saat harga di pasar internasional menembus 2 dollar AS per kilogram sejak tiga tahun terakhir.

 

Namun, lonjakan permintaan tak dapat dipenuhi karena minimnya produsen bibit karet unggul. Menurut Chairil, bisnis penangkaran adalah salah satu prospek bisnis karet alam yang akan ditawarkan dalam Pameran dan Konferensi Karet Internasional 2007 di Nusa Dua, Bali, tanggal 13-15 Juni.

 

Sementara itu, Direktur International Center for Applied Finance and Economics Iman Sugema mengatakan, sektor pertanian memiliki efek berantai yang sangat besar dan mam- pu bertahan dari resesi ekonomi.

 

Sektor pertanian mampu menyerap sedikitnya 45 persen dari 105 juta angkatan kerja. Untuk itu, pemerintah harus serius membangun sektor pertanian karena memiliki peluang sangat besar di pasar global.

 

Sumber: BIsnis Indonesia

 

Kata Kunci :

Bisnis Bibit Prospektif. Jumlah Penangkar Karet Masih Sedikit

Share This :

  

9/ 10 (Excellent)


Berita Lainnya :
 

RSS Feed PT. KPB Nusantara
Bookmark

 
Perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan

Perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan

Komoditas PTPN
Teh Karet Minyak Sawit
Gula Kopi Kakao